Strategi Membangun Kembali bagi Pemulihan ASEAN Lebih Hijau

Jakarta, 5 November 2020 – Masa pandemi Covid-19 bisa menjadi momentum untuk menerapkan strategi pembangunan kembali yang lebih baik (build back better). Tidak hanya mementingkan ekonomi semata, namun juga aspek lingkungan dan perubahan iklim, seperti yang disampaikan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket.

“Kita perlu memastikan bahwa pembangunan ekonomi ini berbasis keberlanjutan lingkungan. Isu perubahan iklim harus menjadi garis besar yang diperhatikan,” ujar Vincent dalam sambutannya di Webinar: Build Back Better, Kamis (5/11), dalam rangkaian Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa.

Vincent menambahkan, penerapan agenda hijau ini perlu dilakukan bersama-sama dengan melibatkan pemerintah dan berbagai stakeholder. Termasuk, dalam hal upaya mewujudkan smart city yang tengah digalakkan di era saat ini. “Maka isu perubahan iklim dalam pembangunannya juga perlu menjadi prioritas,” tegasnya.

Pembicara utama dalam webinar itu, Paul Polman, mantan CEO Unilever dan Co-Founder & Chair IMAGINE berpendapat bahwa ke pembangunan kembali perlu dilakukan guna pemulihan ASEAN yang hijau, inklusif, dan tangguh. Termasuk, Indonesia yang telah turut serta dalam kesepakatan Paris.

“Saya sangat mengapresiasi Indonesia yang mau terlibat dalam upaya mengatasi perubahan iklim ini. Indonesia yang memiliki potensi populasi penduduk yang banyak, bisa memberikan perubahan yang berarti di Asia tenggara,” katanya.

Realitas saat ini, menurut Paul memang menunjukkan situasi global yang sulit. Meski begitu, pemulihan dan pembangunan ekonomi yang sukses nantinya, harus menempatkan sosial dan lingkungan menjadi prioritas.

“Kita perlu membuat komitmen lebih besar untuk isu perubahan iklim ini. Tidak hanya demi kepentingan lingkungan, namun juga penyediaan lapangan pekerjaan hijau di masa depan secara lebih inklusif,” terangnya.

Selain itu, hal penting lainnya yang menurutnya mutlak diperlukan adalah investasi pada pengembangan riset ilmu pengetahuan dan pendidikan tentang perubahan iklim hingga ekosistem berkelanjutan.

“Kita perlu menginvestasikan lebih banyak pada riset dan penelitian serta pendidikan agar lebih memberikan dampak positif. Selain itu, kita juga perlu membuat rantai pasok yang lebih hijau di level Internasional,” pungkasnya.  

Artikel ini disusun oleh The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ).

Social Share